Salam Buat Sobat-Sobatqoe Di Pondok Pesantren Sirojul Ulum Mamben Daya,Di MA.Maraqitta'limat, Stain Palopo dan Di AMIK Ibnu Khaldun Palopo, "Tuntutlah ilmu itu selagi hayat dikandung badan"

Rabu, 04 April 2012



KISAH KEAJAIBAN CINTA
Biarkan aku bercinta tentang keajaibankeajaiban Dikau
Aku membuka pintu ghaib dengan ucapan

KERENDAHAN HATI ADALAH
GURU DARIPDA GURU

Kerendahan hati bisa melampaui segala pendakian
Tahap demi tahap ! ia adalah pintu yang tidak terkunci, karena telah
Diserahkan kepadanya! Adalah kotor dia perturutkan kedirian
Dan sucilah ia mengikuti akal. Sedang kerendah hatian
Berarti mendirikan sebuah tenda disisi lain dari keduanya.
Hati para pecinta Tuhan telah membentuk sebuah lingkaran
Kerendah hatian, maka kerendah hatian adalah
Guru dari para guru, dimana seluruh hati adalah muridnya

Ciri orang suci
Dunia Hanyalah sekedar busa bagi lautan.
Jika engkau seorang yang suci, maka lampauilah busa.

Tempat segala kebaikan
Dan kejahatan
Jika engkau bersedia memperhatikan, maka engkau
Akan melihat bahwa segala yang baik itu bersemayam
Didalam hati, dan segala kehinaan itu
Berasal dari air dan tanah
Catatan:
Ibarat jasad manusia bagaikan air dan tanah, 
kehinaan manusia Karena ia terlalu serius memegang
jasad, melupakan roh, member kehidupan

Yang mengenal kesucian
Tahukah engkau apa yang bersinar didalam cermin hati?
Hanya dia yang memahami kesucianlah yang mengetahui segala
Gambaran Tuhan dalam hati.

Hati bersih melihat tuhan
Setiap orang yang melihat yang tak terlihat dalam persemayaman
Hatinya. Dan penglohatan itu bergantung pada seberapakah ia menggosok
Hati tersebut. Bagi siapa yang menggosoknya hngga kilap, maka
Bentuk yang tak terlihat semakin nyata baginya.


Kesucian hati
Dimanapun, jalan untuk mencapai kesucian hati ialah
melalui kerendahan hati, maka dia akan  sampai
pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan bukan aku tuhanmu?

Pemuja bentuk
Barang siapa melihat sesuatu pada sebab-sebab, maka dia akan
menjadi pemuja bentuk, namun orang yang mampu menatap
pada sebab “pertama” , maka dia akan menemukan cahaya yang
memancarkan makna

cinta makhluk menipu
Kutitip syair diantara bait-bait syair orang suci
ketika aku mencintaimu, seakan-akan tiada cela pada dirimu
aku buta, tapi aku sungguh mencintaimu saat itu.
namun ketika cinta dan kasihku kucurahkan padamu
kau berpaling dariku. kau campakkan aku
ditengah jalan tanpa perduli keadaanku.
aku malu padamu karena kamu tahu kefakiranku dan kekuranganku
tapi aku lebih malu jika tuhan tiada terima hidupku
kau menghadap ketimur menatap indahnya terbit mentari
bersama dengan senyum kelezatan
sedang aku menghadap kebarat menatap terbenamnya matahari
bersama luka yang kau torehkan
ya Allah Tuntunlah aku menuju cinta hakiki mu
jangan biarkan aku tertipu lagi





Tanpa cinta segalanya
Tak bernilai
Jika kau bukan seorang pecinta,
Jangan pandang hidupmu adalah hidup,
sebab tanpa cinta segala perbuatan tidak akan
 dihitung dihari perhitungan nanti, setiap waktu yang
 berlalu tanpa cinta, akan menjelma menjadi wajah yang
memalukan dihadapan Tuhan.

Dunia adalah
Permadani pinjaman
Jangan pancangkan kehidupan mu diatas
Permadani bumi yang mempesona ini, karena ia hanyalah
Sebuah tempat tidur yang terpinjam, takutlah bila sewaktu-waktu
Diminta dan digulung

Menjadi bijak
Dunia manusia adalah batin yang memiliki
Kemegahan, karena itu duhai sahabat, mungkinkah engkau
menjadi bijak, sementara yang relative itu engkau jadikan pujaan

mengenali diri
Kau sekarang adalah roh suci yang terperangkap tanah.
Sebelumnya engkau adalah roh suci, berapa lamakah engkau
Akan terpisah darinya? Aku tidak akan mengatakan sesuatu apapun.
Apakah engkau sudah pertimbangkan dengan seksama?
Engkau tidak akan mengenali diri sendiri dalam jubahmu,
sebab ia telah engkau  dari air dan tanah.

Sadarlah akan diri sendiri
Wahai sana’i jika engkau tak menemukan seorang  kawan.
Maka jadilah kawan bagi diri sendiri! Didunia ini semua orang memiliki
Kewajiban. Masing-masing penuhi kwajiban sendiri!
Setiap anggota kafilah memiliki barangnya sendiri,
Dan letakan dirimu didekat barangmu sendiri!
Orang-orang menjual keindahan sesaat dan membeli cinta sesaat,
Itu hanyalah dua ranjang sungai yang kering,
Tinggalkanlah ia dan jadilah sunga!
Keindahan itu terlukis diatas kain yang menyelubungi
Segala keindahan hati, angkat selubung dan masuklah.
Maka jadi kekasih bagi dirimu sendiri!
Maka jadi kekasih bagi dirimu sendiri yang ber husnudzan,
Duhai manusia baik! Lampauilah dua dunia. Dan tinggallah
ditempat kediaman sendiri !
pergi jangan mabuk dengan anggur dan kecongkakan itu.
Lihatlah kilauan wajah itu dan sadarlah akan dirimu sendiri!

Memahami makna
Seperti bentuk dalam sebauh cermin!
Kuikuti wajah itu, Tuhan menampakkan dan menyembunyikan
sifat-sifatnya tatkala tuhan tertawa, maka akupun tertawa,
dan manakala Tuhan gelisah, menjadi gelisahlah aku
maka katakan tentang dirimu ya tuhan agar mkna dapat terpahami
sebab mutiara-mutiara makna telah aku rentangkan diatas
 kalung pembicaraan berasal dari lautanmu!

Mencari makna kata-kata
Carilah makna dalam kata-kata ini!
Nafas manisku adalah sergapannya, karena nama-nama
Identik dengan dengan yang diberi nama. Adam melihat hakikat
Melalui nama-nama


Kembalilah pada inti akarmu
Samapai kapan engkau akan bergerak ke belakang?
Majulah! Jangan engkau menggeluti keingkaran.
Peluklah agama! Lihatlah zat “Mukjizat” tersembunyi didalam kepahitan
Dan datanglah kepada inti dari akar dirimu sendiri!
Meski dalam bentuk kau adalah tanah, tap kau
Berasal dari kesejatian substansi, kaulah pengawal perbendaharaan
Cahaya Tuhan, maka kemarilah kembali pada akar dari akar dirimu Sendiri.!
Tatkala kau telah mengiatkan diri pada tuhan yang tanpa diri, kau akan terbebas
Dari kedirian, dan itu artinya terbebas dari seratus perangkap.
Maka kemarilah,kembali kepada inti akarmu sendiri.
Kau dilahirkan dari anak-anak khalifah Tuhan, tapi matahari
Berpaling dari dunia rendah ini, ah! Dapatkah enkau meraih kebahagiaan
Hanya dengan ini? Maka kemarilah, kembali kepada akar dari akar dirimu  Sendiri!
Engkau dilahirkan dari kilauan kemegahanTuhan
 Dan mewarisi kebaikan dari bintang gemilang, lantas samapai kapan
Kamu akan menderita ditangan segala hakikat? Kemarilah ! kembali
Pada inti dari akar dirimu sendiri.
Dikau adalah merah delima ditengah-tengah geranit.
Akan sampai kapan kamu akan menipu kami?
Kami dapat mengenal kebenaran dimatamu, maka kemarilah!
Kembali kepad inti akar dari akar dirimu sendiri.
Kau datang kemari dengan kehadiran kawan yang congkak itu. Karenanya
Kau mabuk, lembut dan bergairah dan matamu yang menawan, penuh dengan api
Maka, kemarilah! Kembali kepada inti akar dari akar dirimu sendiri.

Nilai kata-kata
Orang yang bijaksana melihat ucapan bagaikan orang tua
Ia turun dari langit, karena itu ia bukanlah sesuatu yang tak berharga.
Ketika kau berbicara dengan kata-kata kotor maka sekian banyak kata
Hanya bernilai satu. Maka jika engkau berbicara baik maka satu kata
Akan memiliki nilai berlipat. Ucapan akan terkuak dari bagi engkau
Yang mampu membuka hijab, sehingga kau tahu bahwa sesungguhnya
Ia adalah sifat-sifat tuhan yang maha pencipta.

Menemui karunianya
Hidup atau mati, itu sebuah derita, namun kini aku telah
bebas dari kedirian Ini dan ambisi. Karena itu dalam hidup atau mati,
aku tak lagi membutuhkan halaman kecuali karunia tuhan.
Oh tuhan pemilik kerajaan. Sultan keabadian ! mufta’ilun, mufta’ilun
Telah mengantarkanku kepada kematian aku telah terbebas dari jerat-jerat
Bait ini. Biarkan banjir akan merenggut kata-kata indah ini! Sebab ia adalah
Kulit sekali lagi kulit! Hanya pikiran-pikiran sajak

Kebahagiaan dalam menyantap imajinasi
Bagai roti dari mesir puisiku:
Malam berlalu dan roti itu tidak sempat termakan olehmu.
Makanlah sebelum ia basi,sebelum debu menyerbu.
Habitat sesuungguhnya beradadialam kesadaran.
Karena itu dia mati didunia yang beku ini.
Persis seperti ikan yang ia terdampar diatas tanah kering,
Sejenak kau melihatnya tak berdaya,
Maka jika kau mampu memakannya sambil mengimaginasikan
Bahwa ia bukan barang basi, sesungguhnya engkau telah
Mampu maelukis lukisan yang mengagumkan, sebab dalam kejadian
Itu sesungguhnya yang kau santap adalah imajginasimu sendiri,
Bukan kata-kata using ini wahai makhluk insani


Dunia menunjuk pembuatnya
Mereka mengumandangkan seruling, tamborin dan harpa.
Itu semua menunjuk pada pendengaran hal itu persis dengan dunia yang meriah dengan lukisan-lukisan. Semua itu menunjuk pada Tuhan
Yang maha melukis (Al Mushawir)

Dasar penglihatan
Cahaya merupakan sebab pertama. Sedang sebab-sebab lain,
Semua itu hanyalah bayang-bayang
(yang memantulkan cahaya sehingga bisa dilihat mata)

Tuhan adalah cahaya
Kita adalah kegelapan dalam rumah dan Tuhan adalah cahaya.
Rumah itu mnerima cahaya dari matahari yang dalam
 perjalannanya akan bercampur dengan baying-bayang
maka jika engkau menginginkan cahaya, bersegeralah keluar
dari rumah naiklah keatas atap.

Tuhan hadir dalam setiap gerak
Tuhan berada dimana-mana. Ia juga hadir tiap gerak. Namun Tuhan
Tidak bias ditunjuk dengan ini dan itu, sebab wajahnya
terpantul dalam keseluruhan ruang. Walaupun
Tuhan itu mengatasi ruang

Memahami Muasal
Tak berwarna merupakan asal sgala warna, tak berlukisan
 adalah asal dari semua lukisan, dan tanpa kata-kata adalah merupakan
asal dari segala kata. Itu semua bagaikan  tambang yang merupakan berasal
dari logam karena itu saksikanlah!

Cahaya dan kasih
Sebagai jalan
Matahati mengetahui apa yang tampak berkat penglihatannya.
Karena itu ia tahu bahwa cahaya dan kasih.
Menjadi jalan menuju langit ketujuh.
Tahukah arti ketujuh langit bagi mata?
Ialah seperti tujuh anak tangga.

Jalan menuju tuhan
Kembalilah kepada sejatim, wahai hati.
Karena jauh didalam dirimu wahai hati, engkau aka menunjukkan
Jalan menuju tuhn yang tercinta

Dihati sesuatu tersembunyi
Dunia yang lebih besar berada diluar langit yang tujuh!
Namun sungguh menakjubka, bahwa ternyata didalam hati tersembunyi
Sesuatu yang tak terbayangkan.

Apakah roh itu hati
Satu bagian dari roh berasal dari selembar daun ditaman Tuhan.
Dan hati adalah bunga yang berasal dari perbendaharaannya.

Akal jadi penasehat
Hati jadi raja
Pasukan manusia lahir dari roh.
Akal menjadi penasehat dan hati menjadi rajanya.
Suatu ketika, hati mengingat Negeri roh.
Maka seluruh pasukan kembali pada dunia keabadian.

Memahami kelembutan
Dan keperkasaanya
Ketika engkau menatap kelembutannya seketika batu
Dan karang menjadi lilin.
Maka ketika kau tatap keperkasaanya.
Maka lilin tiba-tiba menjelma karang

Dialetika dalam perwujudan
Maka sifat lahir dari perwujudan adalah
Suatu yang dialektis. Dimana tiap dialetika salng mendukung
Bayangkan jika engkau menulis (dengan tinta hitam) diatas kertas hitam
Tentu tulisan tidak akan kelihatan. Sebab keduanya memiliki warna yang sama
Karena itu sifat perwujudan adalah dialektis

Menangkap roh hakiki
Meski kalian telah melihat berates kebaikan, janganlah pernah merasa aman
Dari tipu daya ciptaan Tuhan, jika dia melihat kepastian, basuhlah mata kalian
Sebab tipu daya tuhan begitu tak terkirakan, sedang roh kalian adalah kesementaraan
Kapankah menangkapnya secara hakiki.

Dari gambaran kepersatuan
Bagi para pemilik derajat rohani,
Apapun pada awalnya adalah gambaran,
Namun manakala (Tuhan) yang tercinta dating
Segalanya akan menjelma persatuan

Jika tuhan hadir dihati
Gambaran Dikau adalah sultan,
Berjalan-jalan menuju hati. Bagaikan sulaiman yang dating kekuil
Seribu pelita nyala dari kuil tersinari Firdaus dan mata air Kautsar,
Berduyun duyun menyambut bersama para malaikat dan bidadari

Akhirnya kita pemuja berhala
Wahai wujud roh bentuk!
Engkau menghancurkan sekian banyak pemberhalaan.
Namun Karena gambaran dikau adalah berhala,
kami harus jadi pemuja berhala

Aku yang mengaku “aku”
Siapakah “kami” manakala engkau mengatakan “aku” ?
Apakah arti tembaga dihadapan zat mukjizat?
Dihadapan matahari, dapatkah segenggam salju berbuat sesuatu
Kecuali sirna dalam pancaran cahaya

Persatuan dengannya
Burung-burung kesadaran telah turun,
Dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang dilangit agama yang dikirim
Dari langit kebumi.
Kemudian pentingnya penyatuan dengan Tuhan secara sadar
Dan betapa menderitanya keterpisahan dengannya.

Nikmatnya persatuan dengannya
Wahai angina buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir
Hari yang kau gerakkan dari persatuan.
Lihatlah pepohonan ini! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan, tapi wahai bunga ungu,
kenapakah engkau larut dalam kepedihan?
Sang lili berbisik pada kuncup,
“matamu yang menguncup akan segera mekar.
Sebab kau telah merasakan bagaimana nikmatnya kebaikan.

Jangan bicara bayang-bayang
Jika matamu telah terbuka bagi matahari persatuan
Maka segeralah dating pada cakrawala realitas-realitas.
Hentikan segala pembicaraan tentang bayang-bayang

Tataplah cahayanya
Dirimu adalah bayanganmu sendiri
Yang akan segera sirna dalam pancaran matahari,
Sampai kapankah kau akan menatap bayanganmu sendiri
Segeralah kau tatap cahanya

Jangan berharap dapat surga
Bebaskan diri kita dari harapan mendapat surga
 dan ketakutan pada neraka! Bebaslah kebanggaan
para fakir dan malu pada roh mereka sendiri!
Hancurkan segala lukisan dan gambar demi Tuhan
Yang maha melukis. Tuhan telah menumpahkan seratus ribu darah!
Dengan api kebaikan abadi, bakarlah roh-roh dengan membara
Tiada satupun hasrat memahami rahsia rahasia keperkasan Mu
Kecuali dia yang keluar dari pekerjaan rohani tanpa eksistensi
Musnah oleh kefakiran

Tahapan dari dunia roh ke fana
Kita telah dilemparkan oleh sesuatu yang menawan dari
dunia roh melintasi seratus ribu tahapan menuju dunia fana’

terpana dalam satu tahapan
dalam seratus tempat kau telah menjadi masam, dan berkata
aku tidak akan meninggalkan tempat ini.

Pemahaman tahapan
Bagaimana mungkin orang yang tenang mengetahui perasaan
Orang-orang yang ekstase ? bagaimana abu jahal mengetahui
Tahapan-tahapan para sahabat nabi.

Kegelisahan dan akal sejati
Tentu saja kegelisahan pikiran adalah bentuk lain dari kecerdasan
Sebab tidak bias seorang yang tenang dan berpikiran cerdas
Disepadankan dengan pemimpi yang tidur.
Selama burung berada dalam sangkar, ia menderita kepenatan.
Jika sangkar telah hancur lalu apa yang terjadi/
Ketika akal hadir, nafsu penuh dengan kesalahan-kesalahan
dikarenakan dosa, namun manakala akal sejati hadir, dimanakah
dosa-dosa nafs’?

melihat yang tak terlihat
Kau berkata “ tunjukkan padaku dimanakah para penghuni
Tempat yang tak terlihat!” coba pikirkan,”
apa yang disembunyikan oleh mereka yang mengaku perawan tatkala
perut mereka melambung, meski kau tak mengetahui isinya.

Manusia tak sekedar jasad
Ketika malaikat bersujud kepadanya, adam berkata
Pada salah satu yang hanya melihat kulit, “makhluk dungu”
Apakah kau anggap diriku tiada lain
Hanyalah jasad kerdil?”

Hindari dualitas
Jika dualitas sampai bersemayam dihati dan roh
Walau sejengkal waktu, maka akal mempertontonkan
Bahwa adam dan hawa hanyalah nafs’”

Hakikat keadaman adalah kebijaksanaan
Kita adalah jamaah adam, marilah kembali
Bersama-sama adam, hakikat kita tersembunyi,
Sebab adam adam adalah kebijaksanaan,
 karena itulah mari pancangkan tenda-tenda kita ditepi
lautan yang maha luas

lihatlah yang terdalam
jangan kau seperti iblis,
hanya melihat air dan lumpur ketika memandang adam
lihatlah dibalik lumpur, berates-ratus ribu taman yang indah

cara pandang keiblisan
Iblis melihat segala sesuatu dalam keterpisahan, karena itu
Dalam pandangannya kita terpisah dari tuhan

Periksalah dirimu
Tataplah dirimu sendiri walau sejenak!
Lihatlah isyarat dan keindahan wajahmu sendiri!
Maka kau tidak akan tertidur seperti binatang
Dalam kubangan lumpur jasad.
Karena itu kau dapat menuju rumah kebahagiaan
Tempat roh-roh bermesaraan

Roh yang menghidupkan
Jasad itu sesungguhnya hanyalah sebongkah tanah.
Ia menjadi hidup hanya jika ada roh yang memancarinya.

Tinggal dalam roh
Seandainya kau hanya jasad ini,
Kau tidak akan pernah mengerti tentang roh.
Padahal jika saja kau hanya roh ini,
Kau dapat tinggal dalam kebahagiaan

Mentertawakan tipuan mata
Barang siapa yang menatap orang yang menempuh jalan rohani
Dengan matanya yang lemah, maka kau harus
menertawakan ketertipuan kedua matanya.

Mengapa betah
Dikuburan jasad ini
Jika saja amanat Tuhan tidak menyinari bumi,
Aku akan penuh dosa dzalim, seperti watak dunia
Bukankah jalan dari kuburan menuju firdaus bagitu lempang,
Mengapa aku begitu senang dan betah dikuburan jasad ini?
Dan bukankah ada jalan dari kiri dan kanan?
Mengapa aku seperti kebun berkawan dengan angin utara dan selatan
Bukankah ada kebun kemurahan, bagaimana aku dapat berkembang?
Jika bukan karena kelembutan dan karunia Tuhan,
Aku akan menjadi orang yang suka mencampuri urusan orang!
Cukup dengarkan kisah tentang sinar matahari dari malaikat !
jika tidak ada sinar matahari itu, aku akan terbenam!

Terbang bersama roh
Tatkala engkau mampu meruntuhkan penjara dari jasad ini
 maka engkau akan segera dapat mengepakkan sayap dan
terbang tinggi bersama roh.

Perjalanan dalam roh
Kau sudah sangat jauh berlari diatas tanah ini dan mengelilingi dunia
Maka kini, lakukakanlah perjalanan didalam roh dan saksikan
sejatinya manusia yang telah menjelma roh!
Saksikan para pemuja perintah Tuhan dan tenggelam dalam perintahnya
Dengan segala karunia, keindahan, dan saksikan mereka.

Tak ada jalan lari
Tak ada satupun jalan untuk lari darinya,
sebab Tuhan adalah roh dari semua roh.
Aku tidak dapat menyaksikan satu roh pun
yang menjadi musuh bagi rohnya

memahami bathin dan zahir tuhan
Bathin Mu Ya “Tuhan”
Adalah Roh dari roh,
dan dzahirmu adalah matahari dari matahari!

Kedirian menyelimuti kesejatian
Kedirian itu ibarat musim gugur yang manyelimuti taman
Dan engkau yang ingin melihat wajah dan senyum dari taman
Tunggulah musim semi yang akan membuka selubung kepalsuan
Musim gugur!

Karunia akal dan kesabaran
Ketika akal dan kesabaran tiada,
Kedirian kalian mengajak kepada kejahatan

Memahami penyebab ketakutan
Seekor burung yang terbebas dari jerat kedirian tak punya lagi
Rasa takut. Ia terbang dengan bebas kemana saja.

Memahami perkara jodoh
Meski samudera kesejahteraan melemparkan
Gelombang kesetiap jurusan, justru karena keadilanlah
Wanita-wanita keji, bagi laki-laki keji

Keterasingan didunia
Mengapa hati begitu terasing dalam dunia?
Itu disebabkan Tuhan yang tanpa ruang kita lemparkan
 Menjadi terbatasi ruang.

Muliakan orang suci
Karena bangga diri dan buta hati,
Seperti iblis, manusia ini tak lagi memuliakan
Orang suci,”Katanya bagi tuhan saja, sujud kupersembahkan”
Padanya adam memberikan jawaban,”sujud kepadaku ini untuknya
Kau melihatnya berupa dua sujud karena ketersesatan dan keingkaran

Iri hati menutup kebaikan
Debu si iri menjadi tirai yang menutupi kilaun kebaikan

Setan kita
Kedirianmu adalah setan, iri adalah lukisannya
Lihat, betapa buruk dan memuakkan!
Dan kini kau tengah memberi susu pada sifat itu yang seperti ular jahat
Awas ! ia akan menjadi naga karena ia sesungguhnya pemakan manusia

Kedirian
Membuat dosa bertambah
Kedirianmu menyebabkan dosa-dosa bertambah,
Ia adalah cacing yang kini telah menjelma seekor naga
Saat itu ia hanya bangkai yang memakan-makanan haram
Siang hari perutnya penuh berisi oleh apa yang ia curi dan omongannya
Tiada arti.

Jihad akbar
Pergi, carilah keadilan, dari seorang pangeran,
Pemimpin yang memiliki penglihatan.
Bumi tak pernah sepi dari khalifah Tuhan.
Sebab bagaimana mungkin makhluk bias hidup tanpa pemimpin?
Dunia kacau tanpa keadilan, hukum atau orang yang memegang kekuasaan,
Obat bagi dunia yang sakit dan segala penyakit adalah pedang.
Kini saatnya gendering perang jihad akbar ditabuh!
Bangkitlah, Oh Sufi, masuklah kemedan pertempuran.
Potong leher kedirianmu dengan lapar!
Singkirkan amarah!

Jalan langit tingkat tujuh
Manakala kau telah mampu membunuh kedirianmu
Yang keji, maka kau akan mampu menginjakkan kakimu
Diatas menara langit ketujuh



debu keakuan
Seseorang tidak bermaksud memukul permadani, tatkala ia mengangkat tongkat
berulang kesebuah permadani. sebab yang ia pukul adalah debu dari
selubung keakuan yang sama sekali tidak akan hilang.
dan dengan setiap kekejaman dan tamaparan yang
kau terima, ia memisahkan diri dari wajah 
hati secara perlahan, kadang saat tidur dan
 suatu ketika disaat bangun

dalam tahapan lanjut
taklid bisa mematikan
Taklid dalam perjalanan ini, bagaikan tongkat dalam tangan,
tetapi jika jalan terbentang, ia menjelma pedang

cinta yang sufi
Jika saja Cinta Tidak berlimpahan cahaya kecemburuan Tuhan
ia akan jadi mutiara bagi roh dan jiwa manusia.
andaikata pesta pora menyebar dilangit,mangkuknya akan
menghujani bumi dan anggurnya bagaikan awan dimusim gugur.
sungguh, betapa awan musim gugur membujur di bentangkan
lautan karunianya.
anggurnya menghempas gelombang yang memenuhi
 seluruh ruang dari bukit Qaf ke Qaf.
jika saja romannya tidak terbungkus oleh kecemburuan Tuhan,
bagaimana mungkin matahari dan bulan memancarkan sinarnya.
Andaikan keindahannya diperlawankan dengan wajah-wajah 
tercantik didunia, keindahan yusuf akan berada dalam 
penjara keabadian.



jiwa sufi menunjuk kebenaran
Wahai lisan Tuhan!
Wahai mata realitas! Wahai pembebas makhluk dari lautan api ini!
engkaulah guru dari para gur, raja yang tak tergantikan!
Ambillah roh dengan tangan dan bebaskan ia dari cerita kasih sayangnya
Dalam pengorbanan diri, engkaulah sang pemburu roh
Ah.Roh, yang manakah yang kau buru.?
Oh, Cahaya Yang mulia Sang pencipta telah jatuh cinta dengan
keindahan engkau.Engkau berkata,"Apa yang harus kau lakukan"
karena aku sedang memburu cintanya ?
aku menjadi gila dan mabuk " Oh, Engkau seorang dokter yang ahli!
keperkasaan-Mu Dikau berkata, "Mundur" 
Beritahu aku yang manakah kebenaran?

khidir merusak kapal
Sudahkah engkau mendengar tentang Khidir yang merusak kapal 
demi menjaga dari tangan dzalim kawana perompak?
Khidir bagi masamu adalah pecahnya cinta,
sebab seorang sufi adalah kesucian yang duduk 
dibawah bagai ampas.

Para darwis
Bagaimana Keadaan "Para Darwis"?
karena Masing-masing dari mereka adalah perbendaharaan Alam, 
para raja malu berdiri dihadapan mereka, adalah darwis, Tapi
bagi yang selain Tuhan mereka adalah Sultan,
Bulan adalah darwis dihadapan matahari, tapi ia berkisaran
bagai seorang raja diantara bintang-bintang.

hidup adalah roh sakit
Dalam agama para pecinta, hidup adalah Roh yang sakit, 
walaupun dalam sehari-hari ia tak menjadikannya buruk

jalan sufi
Ada seorang yang bertanya, "Apakah Jalan Sufi Ini"
"Jalan ini adalah meninggalkan keinginan-keinginan"
wahai pecinta (Tuhan) yang maha memiliki kerajaan !
ketahuilah bahwa jalanmu adalah mencari ridho Tuhan
mana kala kau mencari ridho dan memenuhi kehendak tuhan 
maka memenuhi hasratmu adalah haram

belajar pada yang tahu
Wahai penjahit, mengolah besi bukanlah pekerjaan mu! 
kau tidak mengetahui seluk beluk Api maka jangan kau lakukan ini!
Belajarlah dulu dari si Pandai besi, atau kau akan mengerjakannya dengan sembarangan

KEFAKIRAN SUFI BUKAN FISIK
Ditengah Semesta dunia ini, aku adalah sufi dengan kesucian hati,
aku bukan sufi yang berpakain bulu (woll)

MESKI FAKIR MEREKA RAJA
Para darwis adalah raja,
mereka dalam ekstase tanpa diri, meski
diciptakan dari debu, mereka para syah dan sultan

menyebrangi fikiran
Duhai Kendi, berilah sinar hati ini,
tunjukkan cawan kemurahan karena engkaulah yang 
telah membawaku dari hamparan padang hakikat.
sehingga roh dapat menyebrangi pikiran dan menyibakkan 
hijab-hijab ini. jika tidak maka pikiran akan menelan roh
kemudian akan memakannya sedikit demi sedikit

jerat komunitas
Setiap jenis mengikatkan rantainya, pada yang sejenis.
jenis yang manakah engkau?
Apakah ini adalah Jerat?

jangan main-main lagi
Didunia debu ini, berapa ,lamakah kita akan melumuri pakaian kita 
dengan kotoran, batu-batu dan tanah sebagaimana seorang bocah??
mari kita tinggalkan debu dan terbang kelangit, melepaskan
diri dari kekanak-kanakan menuju kematangan

bangun malam
Demi Rohmu, jangan tinggalkan pekerjaan ditangan! Jangan Tidur!
jangan lewatkan walau satu malam dalam hidupmu, yaitu tetap terjaga
jangan tidur! kau telah tidur seribu malam demi keinginan diri
apa artinya semalam ? demi tuhan jangan tidur





JADILAH SEPERTI LILIN
Sebenarnya cinta Tuhan itu menerangi hati dan menjadikan
Para pecinta terjaga sepanjang tanpa tidur dan makan
Wahai kawan jika kau seorang pecinta maka jadilah seperti lilin
Larut disepanjang malam, membara dalam kesenangan 
Hingga pagi datang! Dia yang bagaikan cuaca beku 
Dimusim panas, bukanlah seorang pecinta.
Ditengah-tengah musim panas, hati seorang pecinta 
Membakar musim gugur. Wahai kawan, jika kau memendam cinta
Yang ingin kau nyatakan maka teriaklah seperti seorang pecinta!
Teriaklah! Teriaklah!
Tapi jika kau terbelenggu oleh nafsu, jangan nyatakan sesuatu 
Pada cinta. Masuki kembali jalan rohani dan bakarlah belenggu-belenggu
Oh, manusia yang sederhana bagaimana seorang pecinta menyatu dengan nafsu
Bagaimana mungkin isa makan melalui cara yang sama dengan keledainnya.


Perjuangan malam hari
duhai Tuhan, Engkau renggut tidur seorang salik dimalam hari,
“bangunlah! Lalu duduklah!”
Duduklah disanggar gambaran hati, lalu lihat lukisan yang kami gambar
Satu persatu kami kirim lukisan-lukisan baru sehingga yang pertama 
Menjadi hidangan bagi yang kedua.
Sampai kedalam hati kau tahu bentuk yang benar dan yang salah,
Karena itulah aku melukis, supaya kau memuji lukisanku.
Nanti malam lukisan menjadi buruanmu, maka jangan pindahkan 
Pelana dari kudamu.
Jangan melakukan perburuan hingga siang hari! Dan jangan berfikir
Tentang bantal dan kasur!


Malam sebagi bekal
Takutlah pada suatu malam yang mengerikan dan tak terelakkan
Karena itu jadikan malammu bekal perjalananmu, waspadalah 
Dan jangan tidur ! kau telah dengar bahwa orang-orang suci 
Menemukan hasrat dimalam hari. Itu semua demi cinta pada 
Tuhan yang maha memuaskan segala hasrat, karena itu jangan tidur!
Ketika intimu telah mongering, dia akan memberimu hati yang segar,
Maka kau akan menjadi segala inti. Wahai manusia yang penuh harapan,
Jangan tidur! Aku memberitahumu seribu kali,
Yaitu diamlah!
Tetapi kau tidak melakukannya, bawa satu dan dapatkan 
seratus ribu kembali, sekali lagi jangan tidur!


Kedirian dikendalikan ketamakan
tutup mata keledai dan bukalah mata akal !
karena kedirian seperti keledai yang dikendalikan oleh ketamakan


Jangan duduk Dengan orang tamak
duhai  pencari jalan agama izinkan aku memberimu sedikit nasihat
yang menyenangkan hati, kucoba menganjurkan sesuai dengan kemampuan.
Janganlah duduk sembarangan dengan orang tamak, karena roh-roh yang kotor akan menjadikan rohmu menjadi kotor, jika hatimu telah tersucikan dari 
Penyakit menular, ia akan merasakan manisnya buah ara.*
Duhai laki-laki yang impoten, manakala kau telah menjadi insane Tuhan 
Maka para perawan akan bergumul didalam hatimu,
Bagai rembulan, venus, matahari dan bintang Tujuh dan para peri
Akan menunjukkan wajah mereka dihadapan dinding matamu.
Telanlah apa yang kukatakan, karena ini peintah-perintah cinta
Ingat, perintah-perintah tak lagi berguna dalam kubur nanti.


Puasa membakar hijab
Rasa  manis yang tersembunyi ditemukan didalam perut
Yang kosong ini!, ketika perut kecapi telah terisi, ia tidak akan dapat berdendang
Baik dengan nada rendah ataupun nada tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa, api mereka akan
Terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab. Dan kau 
Akan mendaki seribu derajad diatas jalan serta dalam hasratmu.


Perut penuh menjadi setan
Kosongkan perutmu! 
Merataplah seperti kecapi dan berdoalah pada tuhan!
Kosongkan perutmu dan bicaralah tentang misteri-misteri bagai ilalang!
Jika engkau biarkan perutmu penuh, ia akan menjadi setan bagimu
Disaat kebangkitan, setan itu menggantikan akalmu. 
Ia menjelma berhala, dan menjadi tujuan sujudmu,
Ketika kau puasa amal baik akan mengelilingimu bagaikan hamba
Sahaya dan budak budak yang bergerombol


Dzikir bebas dari angan-angan
Reguklah dzikir dan bebaskan dari angan-angan! 
Jika kau tidak menempuh perjuangan ini, 
wahai engkau yang menginginkan Tuhan, 
inginkah kau kehilangannya.


Dzikir adalah daun pohon hati
Didalam dzohir, angin bertiup menerpa pohonan dan menjadikan
Bergerak-gerak didalam bathin, 
zikir adalah daun yang keluar dari pohon Hati!


Dzikir dan pengembaraan
Dzikir menjadikan orang berhasrat 
melakukan pengembaraan rohani 
Dan masuk kedalam golongan orang-orang 
yang sedang menempuh tarekat


meneybut tuhan
memunculkan kebajikan
ketika  aku menyebut namanya, kebajikan menjelma
sebutannya adalah yang disebut tanpa dualitas dan tanpa 
kesangsian


kesabaran memerlukan kedewasaan
Wahai saudara! Kalian jika hendak menjadi pecinta 
Engkau harus menelan dukanya! Dimanakah dukamu? 
Diamlah! Sesungguhnya kesabaran memerlukan kedewasaan 
Dimanakah Kedewasaan!


Jalan dari dunia yang tak tampak
Marilah kita pilih salah seorang sebagai kawan! 
Mari kita duduk dikaki kita masing-masing!
Wahai kawan kawan, duduklah lebih dekat!
Sehingga masing-masing kita dapat saling melihat wajah.
Secara rohaniah kita banyak kesamaan, tapi jangan berfikir kita 
Bahwa kita hanyalah apa yang tampak olehmu.
Kini kita duduk bersama, tangan kita saling memegang anggur
Dan lengan kita penuh dengan bunga-bunga.
Karena kita adalah kawan bagi utusan agama
Kita mempunyai sebuah jalan dari dunia yang tampak menuju yang ghaib.


Berbicaralah dalam kerangka jama’ah
baik kita berbicara tentang kesenangan ataupun kesusahan
bicarakanlah dalam kerangka jamaah.
Jika kawan kita berjalan jauh, kita pun juga 
Dan jika kawan kita berjalan pelan kitapun demikian
Kita dan kawan kita hendaknya sehati dan senapas, hingga bagaikan api
Yang menyerang musuh-musuh rustam!


Baying-bayang keindahan-nya
Bayang-bayang Tuhan
Sang Pemilik kerajaan mulai terbuka dengan lembut, maka
Bongkahan tanah dan batu-batu menjadi hidup,
Pohonan yang mati mulai tertawa, dan wanita mandul
Jadi melahirkan.
Karena baying-bayangnya pula,sekarang lihatlah keindahannya!
Keindahan menunjukkan diri melalui baying-bayang, 
yang dapat mengejewantahkan nya